follow ehpedia.com di facebook follow ehpedia.com di twitter follow ehpedia.com di google plus

Bahlil Lahadalia, Pengusaha Muda Sukses di Indonesia Dari HIPMI

Bahlil Lahadalia, Pengusaha Muda Sukses di Indonesia Dari HIPMI

Bahlil Lahadalia, ia merupakan seorang anak tukang kuli cuci yang sukses menjadi pengusaha muda di Indonesia. Bagaimana tidak, pada usia 36 tahun, kini anak yang sudah dewasa tersebut mampu mengepalai sebuah perusahaan Nasional besar dalam bidang pertambangan di papua.

Kini Bahlil mencatatkan namanya menjadi Pengusaha Nomor 1 di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Lalu siapakah Bahlil Lahadalia ini sebenarnya? Berikut ulasannya.

Kisah hidup Bahlil

Lahir dari keluarga sederhana di Fak-fak, Papua, tidak membuat langkah Bahlil menyerah untuk menjadi orang yang sukses. Ayah Bahlil hanyalah seorang kuli bangunan, juga dengan Ibunya yang menjadi kuli tukang cuci di kampungnya.

Melihat keadaan yang tak sesuai dengan harapan itu, membuat Bahlil tak pernah henti untuk bekerja keras. Ia pun mulai membantu orangtuanya dengan menjual kue dari satu rumah ke rumah lain. Masa kecil yang penuh keterbatasan ini membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang  mandiri dan tangguh.

Pendidikan Bahlil

Meski berasal dari keluarga miskin yang serba berkecukupan tidak membuat Bahlil menyerah untuk meraih pendidikan seperti remaja lainnya. Bahlil muda pernah menjadi kondektur angkot dan loper koran ketika SMP dan SMA guna mencukupi biaya sekolahnya. Namun, ditengah keterbatasan tersebut Bahlil tetap menunjukan prestasi Akademiknya, bahkan ia dipercaya teman-temannya untuk menjadi Ketua Osis.

Berkat kegigihannya, dia pun mampu meneruskan pendidikannya ke bangku kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Mumbai, Jayapura. Saat kuliah, Bahlil juga harus mencari tambahan uang untuk biaya kuliahnya dengan memberikan jasa pendorong gerobak kepada para pembeli di pasar.

Bahlil Aktif Berorganisasi

Semasa di bangku kuliah Bahlil turut aktif berorganisasi, ia menjadi pengurus senat mahasiswa hingga bergabung di organisasi mahasiswa tingkat Nasional, yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yang membawannya menduduki posisi puncak sebagai Bendahara Umum Pengurus Besar HMI tingkat nasional.

Usai menyelesaikan studi S1 nya, ia kemudian melanjutkan studi S2 nya di Universitas Cenderawasih, Papua.

Pekerjaan Bahlil 

Sebelum menjadi pengusaha, Bahlil sempat bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan swastra yang membidangi Konsultan Keuangan, di Papua. Hingga pada kemudian ia mulai melirik bisnis, bersama  teman-temannya ia mendirikan sebuah perusahaan kontraktor. Bisnis ini berawal dari modal hasil tabungan dan bantuan dari teman-temannya. Hingga akhirnya sedikit demi sedikit ia mulai merasakan hasil jerih payahnya, dengan pertumbuhan perusahaannya yang terus berkembang saat itu. Maka tak salah jika keputusannya keluar sebagai karyawan swasta bergaji tinggi justru membawa kesuksesan tersendiri untuk Bahlil.

Bahlil dengan HIPMI

Pada tahun 2003, Bahlil bergabung dengan organisasi yang mewadahi pengusaha-pengusaha muda di Indonesia, yakni Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Dia memulai dengan menjadi pengurus cabang atau tingkat kota, berlanjut dipilih menjadi Ketua HIPMI tingkat daerah Papua. Lalu dilanjutkan dengan menempati posisi strategis di HIPMI tingkat nasional sebagai Ketua Bidang Infrastruktur dan Properti. 
Sampai pada puncaknya pada tahun 2015 ini ia terpilih menjadi Ketua HIPMI tingkat nasional, setelah menyisihkan banyak pesaing. Pada saat inilah yang membuat namanya mulai dikenal masyarakat banyak.

Perusahaan-perusahaan Bahlil

Sumber daya alam yang begitu melimpah di tanah Papua membuatnya makin bersemangat untuk mengelolanya dengan baik.  Saat ini, Bahlil memiliki bisnis di bidang infrastruktur, pertambangan nikel dan emas. Tercatat bahwa ia memiliki 10 perusahaan di berbagai bidang dibawah bendera PT Rifa Caiptal sebagai holding company.

Kiat-kiat khusus ala Bahlil

Untuk menjadi pengusaha tangguh, Bahlil memberikan kiat-kiat khusus kepada para pengusaha muda saat ini, pertama ialah keyakinan dan mimpi. Kedua, yaitu perkuat jaringan atau networking. Ketiga, pesannya yakni jangan mudah menyerah dan putus asa. Menurutnya, kegagalan merupakan pelajaran yang penting. Dan keempat adalah agar menjaga sikap dan etika. Maka dengan melewati keempat proses tersebut, ia yakin akan lahir pengusaha yang tangguh.

Bahlil Lahadalia, Pengusaha Muda Sukses di Indonesia Dari HIPMI

di 08 March, 2015 - 08:03

artikel terkait lainnya

0 komentar

Contact Form

Name

Email *

Message *