follow ehpedia.com di facebook follow ehpedia.com di twitter follow ehpedia.com di google plus

Mengenal StartUp di Indonesia dan Karakteristiknya

Bisnis startup Indonesia yang kini sedang berkembang ini nampaknya telah sukses menjadi tren untuk menarik minat banyak orang mencoba peruntungan di bisnis startup ini. 

Beberapa startup Indonesia yang terlebih dulu sukses pun dijadikan patokannya. Sebab mereka yang tadinya mendirikan perusahaan dengan SDM dan dana terbatas, kini mampu berkembang pesat. Meski banyak juga mereka yang gagal sebelum sukses. 

Sehingga dapat disimpulkan bahwa keberhasilan beberapa startup, ternyata berhasil memicu munculnya beberapa startup-startup lain didirikan. Lantas, sebenarnya apa yang dimaksud dengan startup? Ehpedia akan mencoba mengulas pertumbuhan Startup di Indonesia secara rinci beserta karakterisiknya berikut ini.
StartUp di Indonesia

Apa itu Startup? 

Startup merupakan Bahasa Inggris yang artinya ‘memulai sesuatu’. Sedangkan bisnis startup menurut Google merupakan ‘sebuah usaha kewirausahaan atau bisnis inovatif berbentuk perusahaan.

Pada era internet istilah ini mulai dikenal. Faktornya ialah karena mulai banyak perusahaan yang dibangun dari nol oleh seseorang atau lebih kemudian menjadi perusahaan besar. Sederhannya bisa dibilang bahwa startup itu merupakan sebuah bisnis yang baru dirintis, contohnya Kaskus. Mulanya kaskus didirikan oleh 2 orang dengan SDM dan pendanaan terbatas, lantas kemudian berkembang menjadi perusahaan besar dan sudah tidak lagi menjadi startup. 

Atau contoh lainnya yaitu Tokopedia yang pada awalnya didirikan dari nol oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison, kemudian menjadi perusahaan besar berkat pendanaan dari investor. Atau contoh perusahan besar lainnya yang mulanya merupakan startup ialah Tiket.com, Go-Jek, Bukalapak dan berbagai startup lain.

Apakah Startup merupakan perusahaan teknologi?

Bukan, sebenarnya istilah startup sendiri populer ketika banyak perusahaan rintisan di eropa yang mulai membuat situs web dan menggunakan domain .com bermunculan, kemudian sukses menjadi perusahaan besar, Facebook misalnya. Ketika itu fenomena ini disebut buble dot-com, yakni sebuah fenomena ketika banyak perusahaan mulai membuat situs web-nya. 

Dari sinilah kemudian startup sering diidentikkan dengan perusahaan teknologi. Padahal, startup sebenarnya bisa digunakan untuk berbagai jenis perusahaan rintisan yang bukan bergerak di bidang teknologi. Jadi startup tidak harus perusahaan teknologi.

Karakteristik Startup Indonesia

Startup merupakan perusahaan yang masih merintis atau dalam tahap pengembangan. Perusahaan tersebut minim dana dan hanya dioperasikan oleh beberapa orang. 

Sebagai contoh yakni Tokopedia, awalnya mereka didirikan oleh 2 orang saja dan belum mampu berkompetisi dengan situs marketplace online sejenis. Namun setelah mendapatkan pendanaan dari investor dan mampu berkembang, mereka kini memiliki ratusan kayawan dan mampu bersaing dengan Lazada yang merupakan e-commerce yang lebih dulu sukses.

Namun berbeda, karena Lazada bukanlah startup. Lazada hadir sebagai perusahaan raksasa yang langsung didanai dengan nilai besar. Sama seperti Elevania, mereka juga bukan starup karena langsung didirikan oleh XL Axiata.

Nah melihat dari hal diatas, tentu patut diakui bahwa masih banyak orang yang masih salah paham dalam menilai dan mengklasifikasikan sebuah startup.

Lalu sebenarnya perusahaan seperti  apa sih yang bisa disebut sebagai startup? Nah, untuk mengklasifikasikan sebuah perusahaan merupakan startup atau bukan, maka ada beberapa karakteristik yang perlu diperhatikan. Karakteristik-karakteristik startup yang harus diperhatikan diantaranya sebagai berikut. 

 1. Perusahaan belum lama didirikan

Sebuah perusahaan dapat disebut sebagai startup apabila setidaknya baru berumur kurang dari 3 tahun. 

2. Pegawai sedikit 

Startup jauh berbeda dengan perusahaan korporasi. Sebuah corporate tentu memiliki banyak SDM yang dibagi kedalam beberapa divisi. Namun jumlah pegawai sebuah startup mungkin hanya dibawah 20 orang. Bahkan, ada startup yang hanya dijalankan 3 orang.

3. Bekerja multitasking

Satu dari banyak kelebihan startup ialah kemampuan SDM-nya yang mau bekerja lebih. Artinya, seorang pekerja di startup umumnya akan mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus. Contohnya dalam sebuah startup situs media online, seorang web development bisa saja merangkap sebagai content marketing atau admin media sosial. Malah, CEO sebuah perusahanan startup bisa saja bekerja lebih ekstra daripada pegawainya. 

 4. Kreatif dan semangat

Pekerja startup haruslah memiliki kreatifitas tinggi dan semangat. Oleh karenanya karyawan startup haruslah berusia produktif, sekitar 17-40 tahun. 

5. Pendapatan dan Investor 

Namanya juga perusahaan berkembang, tentu pendapatannya belum stabil. Jumlah pendapatan perusahaan pertahun pun biasanya tak mencapai $ 100.000 /tahun. Jumlah tersebut memang belumlah mutlak, tapi yang pasti perusahaan startup mempunyai karakteristik pendapatan yang masih tergolong kurang tetapi mampu bertahan. 

Bertahannya sebuah startup ini karena 2 faktor, yaitu karena mendapatkan pendanaan dari investor, atau bertahan dengan pendanaan berasal dari modal sendiri yang masih mencukupi.

6. Bergerak di bidang Teknologi 

Kini istilah startup telah mengalami penyempitan makna menjadi sebuah perusahaan yang tak hanya berkembang, melainkan harus dalam bidang teknologi. Sah-sah saja, perusahaan di bidang lain yang sedang berkembang disebut juga sebagai startup. Namun, pada era internet saat ini, istilah startup umumnya  selalu mengacu kepada bisnis teknologi.  

7. Beroperasi dengan Website 

Memiliki sebuah situs web merupakan karakteristik yang paling khusus bagi perusahaan startup. Sebab website tersebut merupakan identitas perusahaan, dimana operasional bisnisnya memang berpusat di bidang ini. 

Walau misalnya, jasa yang ditawarkan bisa diakses melalui aplikasi mobile, namun tetap saja website nya merupakan opersional bisnis utamanya. Jadi merupakan keharusan bagi sebuah startup untuk memiliki sebuah website. 


Nah seandainya ada startup yang tidak punya salah satu karakteristik tersebut, berarti hanya ada 2 kemungkinan, yaitu startup tersebut bangkrut atau startup tersebut telah berkembang menjadi perusahaan besar dan tidak lagi menjadi startup. 

Demikianlah penjelasan tentang startup di Indonesia dan karakteristiknya. Semoga bermanfaat.

Mengenal StartUp di Indonesia dan Karakteristiknya

artikel terkait lainnya

0 komentar

Mari berkomentar dan berbagi info atau pengalaman Anda. Dan jangan SPAM!

Contact Form

Name

Email *

Message *