follow ehpedia.com di facebook follow ehpedia.com di twitter follow ehpedia.com di google plus

StartUp Lokal Dan Perkembangannya di Indonesia Pada 2015

Perkembangan dunia startup lokal di Indonesia bisa dibilang cukup berkembang pesat. Startup lokal baru terus bermunculan setiap tahunnya dengan founder serta timnya yang inovatif. Dikutip dari dailysocial.net, tahun 2015 saja setidaknya tercatat lebih dari 1500 Startup lokal ada di Indonesia. Jumlah ini juga dipastikan akan terus meningkat pada tahun berikutnya seiring dengan pertumbuhan pengguna internet, dukungan regulasi pemerintah, serta para investor (incubator) yang semakin melirik pasar Indonesia dan negara-negara asia tenggara lainnya.

Hal ini dilatar belakangi oleh beberapa hasil riset, pada tahun 2013 saja tercatat jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 70 juta pengguna, jadi dapat dibayangkan bukan berapa jumlah pengguna internet di Indonesia beberapa tahun kedepan. 

Selain itu, pemerintah saat ini juga semakin sadar untuk melirik dan memperhitungkan pertumbuhan startup lokal sebagai bisnis yang berpotensi mampu menghasilkan peningkatan pendapatan negara per kapita serta mampu membuka lapangan kerja di bidang teknologi dan industri kreatif  bagi sebagian masyarakat. Sebab saat ini pemerintah Indonesia pun mulai berupaya untuk membuat regulasi-regulasi untuk membantu pengembangan startup-startup lokal, baik itu melalui perundangan-undangan maupun pendanaan. 

Selain itu, beberapa pemerintah daerah pun mulai mendukung berdirinya beberapa incubator di kotanya. Mengambil konsep Silicon Valley, yakni pusat perkantoran pengembangan startup-startup di Amerika Serikat. Dengan mendirikan incubator, para penggiat startup jadi memiliki wadah pengembangan untuk berbagi info seputar startup, terutama dalam mencari pendanaan. Seperti misalnya yang terjadi di Bandung, dimana Walikota Bandung, Ridwan Kamil bersama para penggiat startup lainnya mendirikan Bandung Teknopolis, yaitu incubator yang menyediakan kantor gratis bagi Startup lokal untuk ditempati. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan startup lokal warga bandung dan sekitarnya.

Selain di Bandung, beberapa kota pun mulai mendirikan incubator dimana didalamnya komunitas founder-founder Startup berkumpul. Seperti Bandung Digital Valley, Jogja Digital Valley, Ikitas, Inkubator Bisnis di Semarang, Stasion di Malang, dan banyak lagi lainnya. Dengan hadirnya komunitas seperti ini, maka para founder dapat saling sharing, membimbing menjadi mentor atau bahkan mendapatkan pendanaan dari investor. Para founder startup juga dapat mencoba mengikuti berbagai kompetisi startup yang diadakan oleh beberapa perusahaan besar dengan hadiah berupa pendanaan dari investor tersebut, sebut saja misalnya Telkom.

Hal yang paling utama untuk mendirikan Startup adalah tim yang solid, karena keberadaan tim yang solid dapat memunculkan ide kreatif dan inovatif. Dengan ide dan eksekusi yg tepat, tentunya para founder startup akan mampu menarik minat masyarakat ataupun menjaring dana segar dari investor.

StartUp Lokal di Indonesia 2015

Perkembangan StartUp Lokal pada tahun 2015

Jika kita flashback ke belakang, Pada tahun 2015 ini bisa dibilang sebagai tahunnya perusahaan startup mencapai puncak dan tumbuh berkembang. Beberapa startup lokal baru yang mampu menjaring investor dan mendapatkan pendanaan seri A dari beberapa perusahaan investor besar beberapa tahun sebelumnya, kini startup lokal tersebut telah mampu menarik minat banyak masyarakat Indonesia, bahkan dunia.

Misalnya seperti Tokopedia, setelah pada tahun 2014 berhasil memecahkan rekor pendanaan di Asia Tenggara dengan berhasil mendapatkan pendanaan sejumlah 100 juta USD (setara dengan Rp 1,2 triliun) dari SoftBank Internet and Media dan Sequoia Capital, kini Tokopedia dengan CEO William Tanuwijaya - juga pendiri Tokopedia - mulai mampu bersaing dengan situs marketplace online sejenis, bahkan menjadi pemimpin pasar marketplace online di Indonesia.

Atau misalnya Bukalapak, setelah berhasil mendapatkan dana sejumlah ratusan miliar rupiah dari EMTEK Group, kedepan Achmad Zaky (CEO Bukalapak) kini menargetkan pertumbuhan 8 kali lipat dalam semua aspek, mulai dari penjualan hingga jumlah pengguna.

Startup e-commerce lain yang juga cukupdiperhitungkan ialah Bhinneka yang menawarkan berbagai jenis komputer, perangkat lunak, layanan server, aksesori komputer, printer, fotografi dan aksesori serta peralatan elektronik lainnya. Karena startup e-commerce lokal ini telah berhasil mendapatkan dana investasi sejumlah $22 juta atau sekitar Rp 205 miliar dari venture capital Ideosource.

Berbeda dengan ketiga jenis startup marketplace online diatas, ada juga beberapa perusahaan startup lokal yang baru hangat-hangatnya mendapatkan suntikan dana segar dari para investornya di tahun 2015 ini. Sebut saja HappyFresh, yang merupakan aplikasi layanan pesan antar bahan makanan asal Indonesia. Pada bulan September,  mereka berhasil mendapat suntikkan dana sejumlah $12 juta (sekitar Rp166 miliar) dalam pendanaan seri A dari Vertex Ventures, Sinar Mas Digital Ventures, 500 startup, Venture Group, Cherry Ventures, Ardent Capital serta Beenext.

CEO HappyFresh, Markus Bihler akan menggunakan dana segar ini untuk memperluas jangkauan pasar di Taiwan, Thailand dan Malaysia. Namun di Indonesia sendiri, startup ini berhadapan langsung dengan banyak kompetitor lain seperti GO-Jek (Go-Food), Sukamart dan Black Garlic.

StartUp Lokal di Indonesia Pada 2016 

Melihat dari beberapa hal diatas, maka seharusnya kita sudah bisa menilai akan pesatnya perkembangan startup lokal di tahun 2016 mendatang. Persaingan antar startup lokal akan bisa kita lihat. Namun di sisi lain yang harus diperhatikan adalah kehadiran beberapa perusahaan startup dunia di pasar Indonesia. Karena nampak jelas bahwa cukup banyak perusahaan startup asing yang ingin menjangkau dan mengekspansi bisnis ke potensi pasar Indonesia.

Sebut saja misalnya GrabTaxi yang berasal dari Singapura dan pesaingnya Uber pada bidang jasa antar penumpang. Sebagai penyedia jasa transportasi roda empat di Indonesia, mereka tentu akan bersaing ketat pada tahun depan. Untuk diketahui bahwa baru-baru ini GrabTaxi mengumumkan bahwa mereka telah berhasil mendapatkan kucuran dana segar sebesar $350 juta (sekitar Rp4,8 triliun) pada putaran seri E bulan Agustus 2015 lalu, dari Didi Kuaidi dan China Investment Corporation (CIC).

Atau misalnya GrabBike yang hadir sebagai pesaing GO-Jek di Indonesia. Nampaknya startup bidang transportasi ini memang akan bersaing ketat pada tahun 2016 mendatang. Begitupun juga sama dengan berbagai startup di bidang lainnya, seperti startup e-commerce, jasa dan lainnya.

Jadi mari kita tunggu dan perhatikan perkembangan masing-masing Startup lokal pada tahun 2016 kedepan. Maju terus StartUp lokal demi Indonesia maju !

StartUp Lokal Dan Perkembangannya di Indonesia Pada 2015

artikel terkait lainnya

0 komentar

Mari berkomentar dan berbagi info atau pengalaman Anda. Dan jangan SPAM!

Contact Form

Name

Email *

Message *